Investasi Reksadana Cocok Untuk Pemula

Investasi Reksadana merupakan sebuah cara yang mudah dan murah dalam berinvestasi, dan dapat memberi keuntungan yang baik. Namun, masih ada banyak orang menggunakan cara yang salah dalam berinvestasi dengan Reksadana ini.

Lalu apa saja kesalahan-kesalahan yang terjadi dan bagaimana cara untuk menghindarinya? Yuk langsung simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

Investasi Reksadana

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas tadi bahwa investasi Reksadana merupakan salah satu jenis investasi termudah, termurah, dan berguna. Instrument investasi ini sangat cocok digunakan untuk pemula.

Cara kerja dari Reksadana yaitu investor menyetorkan uang investasinya kepada manajer investasi yang akan melakukan pengelolaan terhadap reksadana tersebut. Reksa dana akan di tempatkan pada berbagai instrument investasi yang sesuai dengan kebijakan dan strategi investasi yang telah ditetapkan.

Salah satu keunggulan yang Reksadana miliki yaitu Anda dapat melakukan pemilihan terhadap investasi reksadana konvensional ataupun investasi reksadana syariah untuk pemula. Hal tersebut karena terdapat banyak pilihan cara untuk berinvestasi di reksadana.

Kesalahan Investasi Reksadana

1. Tidak Mengerti Tujuan Keuangan

Kita perlu memahami betul bahwa Reksadana sebagai alat, tools, ataupun instrument yang kita pakai dalam mencapai mimpi keuangan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menentukan tujuan keuangan yang akan kita capai sebelum memilih reksadana.

Yang menjadi masalah adalah tidak sedikit orang yang belum bahkan tidak memahami tujuan dari keuangan yang mereka miliki. Namun, mereka langsung melakukan pemilihan reksadana.

Ibaratkan jalan tol. Anda bertanya melalui jalan tol yang mana agar cepat sampai tujuan, namun tidak menyebutkan tempat tujuan Anda pergi. Sangat pasti Anda akan nyasar.

Oleh sebab itu, langkah yang pertama dan utama, terlebih dahulu Anda harus menetapkan tujuan keuangan dalam melakukan investasi. Misalnya seperti untuk pendidikan, dana pensiun, ataukah untuk dana jaga-jaga.

Baca Juga:

2. Salah Pilih Jenis Reksadana

Kesalahan yang kedua ini ada hubungannya dengan kesalahan yang pertama tadi.

Kita perlu mengetahui bahwa terdapat beberapa jenis produk Reksadana yang mereka tawarkan di pasaran. Jenis yang berbeda ini tentu dibuat bukanlah tanpa alasan.

Masing-masing jenis tadi mempunyai objektifnya masing-masing yang di sesuaikan dengan tujuan keuangan yang akan nasabah capai.

Salah satu contoh salah pilih yang sering kami temukan yaitu mengambil produk Reksa dana dengan resiko tinggi namun untuk tujuan keuangan yang jangka pendek.

Reksa dana memberi return yang paling tinggi daripada jenis reksadana yang lainnya. Namun, pada jangka pendek return Reksadana saham ini dapat menjadi sangat fluktuatif.

Bayangkan saja berapa besarnya  resiko yang akan kita alami pada saat instrument yang dipilih tidak sesuai dengan nature instrument tersebut.

Selain itu, hadirnya Reksadana Syariah dengan beberapa jenis pilihan akan membantu Anda yang ingin berinvestasi sesuai dengan ajaran Agama.

3. Investasi Reksadana Melalui Unit Link

Mengapa kami tidak memberikan saran kepada Anda untuk melakukan investasi reksadana melalui asuransi Unit Link? Tentu alasannya karena mahal.

Anda membeli Reksadana melalui Unit Link akan terkena biaya sebesar 5% dari nilai top up atau nilai investasi. Biaya tersebut bukan bagi pengelola Reksadana, melainkan bagi pihak perusahaan akuntunasi yang berperan sebagai perantara.

Sebaiknya Anda membeli langsung melalui Manajer Investasi yang adalah pengelola Reksadana atau melalui platform Reksadana, misalnya IPOT atau Reksadana Bareksa. Karena melalui cara ini Anda tidak akan terkena biaya sedikitpun alias gratis.

Bukannya kami melarang untuk melakukan pembelian melalui Unit Link. Namun, kembali lagi semua tergantung pilihan Anda masing-masing.

4. Menunda Terlalu Lama

Tidak sedikit orang yang enggan untuk mulai berinvestasi. Beberapa di antara mereka merasa lebih nyaman dan tenang ketika menyimpan uangnya pada deposito atau tabungan.

Hal tersebut dapat kita mengerti karena akhir-akhir ini sedang banyak penipuan dan kerugian akibat investasi bodong. Sehingga akan membuat beberapa orang memiliki perasaan khawatir ketika mendengar kata “investasi” ini.

Namun, reksadana sangat solid pada hal perijinan dan perlindungan bagi konsumen. Instrumen investasi ini di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika Anda masih ragu, maka dapat dengan mudah untuk berkunjung ke website resmi OJK. Kemudian melakukan pengecekan apakah Reksadana Anda sudah terdaftar pada OJK atau belum.

Tidak hanya itu, investasi pada Reksadana ini dapat Anda mulai dengan jumlah yang kecil yakni mulai dari Rp 100 ribu. Sehingga perasaan khawatir akan kerugian dapat dibatasi.

5. Tidak Memakai Reksadana Online

Beberapa tahun lalu pada saat fasilitas online belum berkembang, kita harus melakukan usaha yang lebih agar dapat berinvestasi di Reksadana. Selain, itu juga terdapat banyak hal yang harus kita lakukan secara manual.

Namun, saat ini sudah banyak perusahaan yang memberikan tawaran platform online, termasuk Reksadana ini. Anda dapat melakukan investasi Reksadana secara online melalui IPOTFUND.

Berikut ini kelebihan yang platform online miliki:

  • Proses yang mudah karena dapat Anda lakukan melalui komputer, tanpa perlu tatap muka. Bahkan terdapat juga beberapa platform yang memberikan tawaran layanan untuk datang ke lokasi Anda untuk mengambil dokumen pendukung.
  • Proses yang murah. Hal ini dapat kita ketahui dari segi biaya transaksinya yaitu fee 0%. Selain itu juga dapat kita lihat dari segi minimal transaksi mulai dari Rp 100 ribu.

Sehingga melalui dana awal investasi yang kecil, bagi Anda yang pemula dapat belajar sekaligus berinvestasi. Kami menyarankan apabila ingin mulai investasi Reksadana, Anda dapat memulainya dengan memakai platform Reksadana online tersebut.

6. Trading Reksadana

Trading Reksadana adalah kegiatan jual beli reksadana jangka pendek untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikkan harga.

Tujuan dari Reksadana yaitu investasi untuk meningkatkan keuntungan dalam jangka menengah hingga panjang. Bukan untuk melakukan trading.

Alasan trading reksadana berbahaya:

  • Trading memerlukan konsentrasi tiap hari guna memantau fluktuasi harga. Sedangkan orang yang memilih Reksadana umumnya adalah orang yang tidak memiliki waktu untuk melakukan pemantauan harga saham tersebut.
  • Walaupun misalnya punya waktu, trading ini memerlukan kemampuan yang extra, yakni kemampuan untuk memprediksi pergerakan harga pasar pada jangka pendek. Harga saham pada jangka panjang mungkin akan dapat Anda tebak. Namun, fluktuasi harga pada jangka pendek akan sangat sulit untuk Anda prediksi.

Baca Juga: Risiko Reksadana dan Cara Mengatasinya

7. Lupa untuk Diversifikasi

Meskipun Anda merasa sangat yakin, jangan pernah menyimpan semua hartamu ke dalam satu instrument investasi saja. Hal tersebut karena setiap investasi mempunyai resiko, dan ada kemungkinan untuk gagal.

Prinsip ini juga berlaku pada investasi Reksadana. Jangan lupa untuk melakukan diversifikasi melalui menempatkan pada berbagai instrument. Supaya ketika sesuatu yang tidak Anda inginkan terjadi, masih mempunyai simpanan pada tempat lain.

Penutup

Reksadana merupakan salah satu instrument yang dapat dipakai oleh pemula. Jenis instrument ini mudah dan murah. Sehingga patut untuk Anda coba apabila belum pernah.

Sekian artikel dari PartnerBisnismu tentang investasi Reksadana. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *