Reksadana: Pengertian, Produk, Jenis, dan Laporan

Reksa dana maerupakan sebuah investasi yang dilakukan dengan mengumpukan dana dari masyarakat yang kemudian ditempatkan pada Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Saat ini, Reksadana adalah investasi yang paling di rekomendasikan oleh Perencana Keuangan, namun belum dikenal banyak orang. Hal ini dikarenakan masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang investasi Reksa dana.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai Reksadana yang masih belum dipahami banyak orang. Semoga melalui ulasan singkat ini menjadikan orang lebih paham tentang Reksadana dan mau memulai investasi di Reksa dana ini untuk mendapat return investasi yang optimal.

Apa itu Reksadana?

Reksadana merupakan suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan dana milik masyarakat yang kemudian akan diinvestasikan didalam Portofolio Efek dan dilakukan oleh Manajer Investasi.

Untuk pengertian Portofolio Efek adalah sekumpulan efek atau surat berharga misalnya seperti obligasi, saham, deposito, dan surat-surat berharga lainnya, dimana reskadana akan meletakkan investasi yang merupakan kekayaannya.

Melalui portofolio, reksa dana mengharuskan penggunanya untuk melakukan diverifikasi investasi ke berbagai instrument dan tidak boleh terkonsentrasi pada satu saham saja. Contohnya: reksa dana saham diharuskan melakukan investasi di banyak perusahaan, tidak boleh hanya satu saham saja.

Sedangkan pengertian Manajer Investasi yaitu pihak yang mengelola portofolio efek dan didasarkan pada kebijakan investasi yang telah disepakati bersama dan bertanggungjawab atas kinerja reksadana.

Produk dari Reksadana

Produk investasi harus Anda ketahui terlebih dahulu sebelum membeli Reksadana. Dan Produk yang dipilih harus sesuai dengan tujuan keuangan Anda, karena apabila tidak sesuai maka Anda tidak akan sampai ke tujuan yang diinginkan.

Ada 6 jenis produk, antara lain:

  1.  Pasar Uang

Pada jenis yang pertama dana yang dialokasikan adalah sebesar 100% pada instrumen pasar uang, misalnya deposito, sertifikat bank Indonesia, ataupun obligasi yang memiliki waktu jatuh tempo kurang dari setahun.

  1. Pendapatan Tetap

Dana yang dialokaikan ke instrumen obligasi sebesar minimum 80%. Jenis yang kedua ini sangat cocok digunakan bagi Anda yang memiliki tujuan investasi jangka menengah (1 hingga 3 tahun)

  1. Dana Terproteksi

Sesuai dengan namanya, untuk jenis ketiga ini akan memberikan proteksi atas Nilai Investasi Awal melalui mekanisme pengelolaan portofolio dengan menginvestasikan dana pada Efek Bersifat utang.

  1. Campuran

Reksadana campuran sangat cocok digunakan bagi Anda yang ingi melakukan investasi jangka menengah sampai jangka panjang (3-5 tahun). Alokasi dananya maksimal hingga 79% bagi masing-masing instrument pasar uang, obligasi, atau saham.

  1. Indeks

Sesuai bagi Anda yang ingin adanya transparansi dalam investasi. Jenis ini mirip dengan Reksadana Terbuka. Alokasi dananya minimum 80%. Aset yang diinvestasikan harus sesuai dengan asset-aset pada index acuan.

  1. Saham

Reksa dana Saham cocok bagi Anda yang ingin melakukan investasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Alokasi dana minimum 80% pada instrument saham. Memiliki sifat agresif sehingga menyebabkan potensi pertumbuhan relative tinggi.

Profil dari Resiko Reksadana

Profil resiko reksa dana merupakan sebuah gambaran mengenai tingkat resiko yang dapat ditanggung investor ketika berinvestasi di Reksadana. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui profil resiko terlebih dahulu sebelum melakukan investasi di Reksadana.

Melalui profil resiko inilah Anda dapat memilih jenis Reksa dana yang cocok dan kemudian disusun dalam portofolio.

Secara umum, profil resiko reksadana dibagi menjadi 3 bentuk, yaitu:

  1. Konservatif : menginvestasikan uang mayoritas pada Reksadana Pasar Uang
  2. Moderat : menginvestasikan uang mayoritas pada Reksadana Campuran
  3. Agresif : menginvestasikan uang mayoritas pada Reksadana Saham

Laporan Reksadana

Pada saat berinvestasi, Anda perlu memahami dan membaca beberapa laporan penting yang isinya membahas tentang kinerja dan juga operasional Reksadana. Di bawah ini adalah beberapa laporan penting Reksadana.

  1. Prospektus

Laporan ini menguraikan tentang segala hal yang berkaitan dengan instrument investasi yang penting di Reksadana.

  1. Laporan Keuangan dan Tahunan (Annual Report)

Setiap tahunnya, Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investor harus dibuatkan Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan, serta harus di audit oleh Kantor Akuntan Publik.

  1. Fund Fact-Sheet

Fund Fact-Sheet merupakan laporan yang menunjukkan kinerja Reksadana setiap bulan, alokasi di instrument investasi material, biaya, hingga hal-hal penting yang berkaitan dengan Reksadana.

Biaya

Untuk Biaya di Reksadana dibagi menjadi seperti dibawah ini:

Cost Reksadana yang dibebankan ke Manajer Investasi:

Beban biaya persiapan, biaya administrasi, pemasaran, biaya pencetakan, dan biaya distribusi prospektus pertama kali.

Beban Biaya yang dibebankan ke Reksadana:

pengelolaan Manajer Investasi, biaya Bank Kustodian, asuransi (jika ada), transaksi, pembaharuan prospektus dan pendistribusiannya, biaya atas jasa auditor yang memeriksa laporan keuangan tahunan, dan biaya-biaya lain yang telah ditetapkan pada kontrak.

Untuk biaya yang dibebankan ke pemodal terbagi menjadi:

Biaya penjualan (jika ada), pembelian kembali atau pelunasan (jika ada), transfer pembelian kembali (jika ada), dan pajak yang berkenaan dengan pemodal (jika ada).

Hukum dan Pengaduan

Hukum yang mengatur Reksadana diatur pada Undang-Undang Pasar Modal Tahun 1992 mengatur tentang kinerja dan juga pengawasan terhadap alternatif investasi.

Apabila Anda menginvestasikan dana dan akan mengajukan pengaduan atau komplain terkait dengan produkk tersebut, maka Manajer Investasi wajib menangani pengaduan Anda, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Peraturan OJK.

Terdapat 3 hal yang perlu diatur Manajer Investasi dan dicantumkan pada prospektus Reksa dana tentang pengaduan di Reksa dana, antara lain:

  • Penyampaian Pengaduan
  • Mekanisma Penyelesaian Pengaduan
  • Penyelesaian Pengaduan

Reksa dana Online

Seiring berkembangnya teknologi finansial (fintech), penjualan Reksa dana sekarang juga sudah dilakukan secara online. Untuk melakukan pembelian Reksa dana hanya dilakukan dengan melalui aplikasi online dan tentu caranya lebih mudah, harga lebih murah dan terjangkau.

Beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika melakukan investasi secara online, antara lain:

  1. Mudah diakses

Aplikasi online saat ini membuat proses menjadi lebih mudah saat melakukan investasi di Reksa dana, karena Anda tidak perlu datang lagi ke kantor-kantor cabang atau tidak perlu dilakukan dengan tatap muka.

  1. Minimum investasi lebih terjangkau

Biasanya syarat untuk dapat melakukan investasi melalui online jumlah atau nominalnya cukup rendah dan terjangkau. Sehingga hal ini tidak akan menjadi penghalang bagi Anda yang hanya memiliki dana terbatas untuk memulai melakukan investasi.

  1. Proses cepat

Secara online, tentu proses yang dilakukan menjadi lebih cepat dan menghemat waktu.

  1. Edukasi investasi

Ada banyak edukasi mengenai investasi yang dapat diakses secara online. Melalui edukasi ini membuat proses investasi menjadi lebih tepat.

  1. Monitoring investasi

Karena dilakukan secara online, sehingga Anda dapat memantau portofolio investasi secara real-time, dan lebih mudah serta lebih cepat.

Penutup

Itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan mengenai informasi Reksa dana. Menurut glacierpartnerscorp.com investasi di Reksadana ini cocok dilakukan bagi Anda kaum millineal yang ingin belajar berinvestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *